Sungai Melayu Rayak, Ketapang – Pemerintah Kecamatan Sungai Melayu Rayak merespons cepat atas permasalahan akses jalan yang sempat menghebohkan masyarakat dan viral di media sosial. Konflik yang terjadi sebenarnya telah melalui proses mitigasi awal bersama pihak desa dan masyarakat, namun belum terlaksana. Situasi semakin mencuat setelah beredar video anak-anak sekolah yang terhambat beraktivitas akibat penutupan jalan.
Menyikapi hal tersebut, Camat bersama tim Forkopimcam segera turun ke lapangan untuk melihat langsung kondisi akses jalan yang ditutup oleh PT. Hungarindo Persada. Jalan tersebut merupakan jalur perusahaan sekaligus digunakan masyarakat sekitar karena jaraknya lebih dekat. Pihak perusahaan beralasan penutupan dilakukan demi keamanan kebun, terutama terkait maraknya pencurian buah sawit. Meski demikian, perusahaan menegaskan masih ada jalan utama lain yang dapat digunakan masyarakat.
Viralnya video anak-anak sekolah menjadi pemicu semangat kebersamaan dalam mencari solusi. Pemerintah Kecamatan menegaskan bahwa pengguna jalan bukan hanya pelajar, tetapi juga masyarakat pemilik kebun pribadi serta penambang. Oleh karena itu, pemerintah hadir sebagai mediator agar kepentingan semua pihak dapat terakomodasi dengan baik.

Diskusi intensif pun dilakukan di lapangan, tepatnya di Jalan CR C-03/04, di bawah terik matahari. Pertemuan melibatkan perwakilan masyarakat yang diwakili Karli Kalotak cs, pihak PT. Hungarindo Persada, Camat, Sekcam, Kapolsek, Danramil oleh Babinsa, serta Kasub Subsektor. Masing-masing pihak menyampaikan pandangan secara langsung, disaksikan masyarakat yang hadir. Hasil musyawarah kemudian dituangkan dalam Berita Acara (BA) Kesepakatan yang ditandatangani di kantor kecamatan.
Proses berjalan aman dan lancar dengan pengawalan aparat kepolisian dan TNI sebagai wujud sinergitas Forkopimcam. Koreksi bersama terhadap BA dilakukan pukul 14.00–15.45 WIB, dan seluruh pihak menyepakati hasil musyawarah. Pemerintah Kecamatan berharap ke depan setiap permasalahan dapat diselesaikan secara bertahap dan dilaporkan ke kecamatan, sehingga tidak menimbulkan dampak yang merugikan masyarakat.

Camat Sungai Melayu Rayak, Rebertus Gunawan, S.Pd., M.AP, menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah sigap turun ke lapangan. “Kami tentu tidak ingin akses jalan terganggu sehingga menghambat pendidikan, kesehatan, maupun ekonomi masyarakat. Kesepakatan hari ini menjadi tanda berakhirnya konflik di lapangan dan segera dilaksanakan sesuai komitmen bersama,” ujarnya.
Selain itu, pemerintah kecamatan menegaskan bahwa video viral yang sempat menimbulkan persepsi keliru akan dihapus oleh pemiliknya sesuai kesepakatan. BA juga mencantumkan ketentuan bahwa apabila ada pihak yang tidak mengindahkan kesepakatan, maka akan diberlakukan hukum adat sebagai bentuk kearifan lokal di Kecamatan Sungai Melayu Rayak, serta hukum positif yang berlaku. (ER)










