Tumbang Titi, 18 Desember 2025 – Rahmat Kartolo, S.Pd.I., M.Sos putra kelahiran Tumbang Titi, menyampaikan dukungan penuh terhadap rencana pemekaran daerah otonomi baru (DOB) menjadi Kabupaten Matan Hulu. Dukungan ini ia sampaikan usai mengikuti pemaparan Tim Pemekaran oleh Wakil Ketua di Aula Kecamatan Tumbang Titi.
Menurut Rahmat, pemaparan tersebut sangat lengkap dan jelas, mulai dari proses awal pengusulan hingga perkembangan terbaru DOB. Ia mengaku bangga dan berterima kasih kepada Pemerintah Daerah serta Tim Pemekaran, khususnya Bupati Ketapang Alexander Wilyo, S.STP., M.Si, dan Wakil Bupati Ketapang Jamhuri Amir, S.H yang telah turun langsung mengawal proses DOB sebagai bagian dari program kerja pemerintahannya.
Dari 11 syarat yang dipaparkan, dua di antaranya telah terlewati, sementara syarat administratif lainnya sudah terpenuhi tanpa kendala. Rahmat mengajak seluruh stakeholder di lima kecamatan calon Kabupaten Matan Hulu – Tumbang Titi, Pemahan, Sungai Melayu Rayak, Nanga Tayap, dan Jelai Hulu – untuk kompak menyelesaikan berbagai persiapan, termasuk penetapan tapal batas antar desa secara administratif.
Ke depan, Tim dari pusat akan turun melakukan peninjauan lapangan. Rahmat menekankan pentingnya kebersamaan warga lima kecamatan dalam mempersiapkan segala hal agar proses pemekaran berjalan lancar.
Logo Kabupaten Matan Hulu: Simbol Identitas dan Semangat Nasionalisme
Rahmat juga menyoroti pentingnya logo Kabupaten Matan Hulu yang telah dipatenkan sebagai salah satu syarat pengusulan DOB. Menurut dokumen yang dikutip dari Sekretaris Tim, logo tersebut menggambarkan identitas, kebudayaan, sejarah, serta kekayaan alam Matan Hulu dalam bingkai nasionalisme.

Logo tersebut memuat berbagai elemen penting:
- Pita Identitas DOB – Simbol pengikat kebudayaan, sejarah, dan alam dalam bingkai nasionalisme.
- Dua Pilar Kuning Menjunjung Merah Putih – Lambang keteguhan dan semangat nasionalisme.
- Siluet Bukit Sangiang/Menyembah – Ikon geografis dengan aliran Sungai Kayong dan Pesaguan sebagai sumber kehidupan.
- Sungai Kayong dan Pesaguan – Jalur utama peradaban di Nanga Tayap, Tumbang Titi, dan Pemahan.
- Rumah Adat Dayak Pesaguan (Mandi Angin) – Simbol keberagaman dan kekayaan budaya lokal.
- Tugu Juang Tumbang Titi – Peringatan perjuangan rakyat melawan penjajah pada Perang Tumbang Titi 1914, serta penghormatan kepada tokoh Uti Usman (Uti Unggal).
- Utar-Utar (Tameng Uti Usman) – Melambangkan keberanian, kemuliaan, dan kesetiaan masyarakat Matan Hulu terhadap bangsa.
Rahmat menilai filosofi logo tersebut sangat tepat karena mencerminkan hegemoni kehidupan di lima kecamatan yang akan menjadi rumah besar bersama. Ia berharap doa dan usaha masyarakat dapat segera terwujud dengan terealisasinya DOB Kabupaten Matan Hulu oleh Presiden Prabowo ketika moratorium pemekaran daerah kembali dibuka. (ER)










