Rembuk Stunting Kecamatan Sungai Melayu Rayak : Kolaborasi Nyata Wujudkan Generasi Sehat dan Cerdas

Sungai Melayu Rayak, 4 Februari 2026 – Kecamatan Sungai Melayu Rayak melaksanakan kegiatan Rembuk Stunting tingkat kecamatan, sebuah agenda rutin tahunan yang digelar setelah seluruh desa menyelesaikan rembuk stunting di tingkat desa. Tercatat sebanyak 11 desa di wilayah ini telah melaksanakan rembuk stunting sebelumnya, sehingga kegiatan di tingkat kecamatan menjadi forum penyamaan langkah dan persepsi dalam menyusun program kerja berkelanjutan pencegahan stunting.

Kegiatan ini dihadiri oleh para Kepala Desa, Bidan Desa, dan Tim Pendamping Keluarga. Turut hadir sebagai undangan Babinsa Koramil, Koordinator KB Kecamatan, Kepala KUA, Ketua TP PKK Kecamatan, Pendamping Desa, serta para Kasi di Kecamatan.

Dengan mengusung tema “Kolaborasi Yang Optimal Untuk Pencegahan dan Penanggulangan Stunting Adalah Upaya Nyata Mewujudkan Generasi Sehat dan Cerdas”, acara dibuka langsung oleh Camat Sungai Melayu Rayak, Robertus Gunawan, S.Pd., M.AP. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya komitmen bersama dalam mengentaskan stunting meski adanya efisiensi anggaran, karena program pemberdayaan tetap menjadi prioritas pembangunan sumber daya manusia.

Tim Kesehatan Puskesmas Sungai Melayu Rayak menyampaikan materi bertema “Bersama Dalam Pencegahan Stunting”. Dari hasil pemaparan indikator capaian gizi balita tahun 2025, beberapa target telah tercapai, seperti:

  • IMD (Inisiasi Menyusu Dini): Target 70%, capaian 100%
  • TTD Ibu Hamil: Target 90%, capaian 100%
  • PMT Ibu Hamil Resti/Kek: Target 90%, capaian 100%
  • Surveilans Gizi: Target 80%, capaian 100%

Namun sejumlah indikator masih belum mencapai target, di antaranya ASI Eksklusif (48,98%), Vitamin Balita (70,99%), serta penanganan gizi kurang balita (82,14%).

Acara inti dipimpin oleh Sekretaris Kecamatan, Rahmat Kartolo, S.Pd.I., M.Sos. Dari 11 desa, 9 Kepala Desa hadir langsung, sementara 2 desa diwakilkan karena tugas luar. Dalam sesi diskusi, para Kepala Desa menyampaikan permasalahan terkait data status gizi balita berdasarkan surveilans gizi Desember 2025 melalui e-PPGBM. Data menunjukkan:

  • BB/U: Sangat kurang 4 kasus, kurang 52 kasus
  • TB/U: Pendek 20 kasus
  • BB/TB: Gizi kurang 35 kasus, obesitas 15 kasus

Melalui rembuk stunting ini, Kecamatan Sungai Melayu Rayak menegaskan komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor. Upaya ini diharapkan mampu menekan angka stunting dan mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, serta berdaya saing di masa depan. (ER)

Berita Terkait

Berita Terbaru