Perjalanan karir Rahmat Kartolo, yang akrab disapa Bg Rahmat, dimulai dari dunia pendidikan sebagai tenaga honorer di MTs. Darul Falah Desa Sungai, Kecamatan Muara Pawan. Tahun 2003, ia mengikuti seleksi program guru bantu yang digagas Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Setelah dinyatakan lulus, ia memperoleh Nomor Induk Guru Bantu (NIGB) dan ditugaskan di SDN 39 Manjau, Kecamatan Matan Hilir Utara. Setahun kemudian, ia dipindahkan ke SDN 06 Matan Hilir Utara agar lebih dekat dengan kampus tempat ia menempuh pendidikan, hingga akhirnya berhasil menyelesaikan studi S1 di STAIS Al-Haudl Ketapang pada tahun 2006.
Tahun 2009 menjadi tonggak penting ketika Rahmat resmi ditetapkan sebagai CPNS dan bertugas di SDN 35 Matan Hilir Utara. Setelah tiga tahun mengabdi, ia dipindahkan ke SDS Nur Ilahi Delta Pawan pada 2013, lalu ke SDN 8 Sebadak Rayak Kecamatan Marau pada 2015. Dua tahun kemudian, tepat awal 2018, Rahmat memutuskan untuk mengakhiri karirnya sebagai guru dan beralih ke jalur pengabdian baru di Dinas Sosial bidang penyuluhan perlindungan anak.
Selama lima tahun bertugas di Dinas Sosial, Rahmat aktif menjalankan program perlindungan anak dan kegiatan sosial kemasyarakatan. Dedikasi ini mengantarkannya pada pelantikan sebagai Kepala Seksi Ekonomi, Pembangunan, dan Kesejahteraan Sosial (Kasi Ekbangkessos) di Kecamatan Pemahan pada tahun 2023. Selama dua tahun lima hari menjabat, ia dikenal sebagai sosok yang konsisten membangun koordinasi lintas sektor demi pelayanan publik yang lebih baik.
Awal tahun 2026, Rahmat dipercaya menjabat sebagai Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Sungai Melayu Rayak. Meski baru delapan bulan bertugas, ia kembali dilantik di jabatan yang sama sebagai Sekcam Pemahan, menandai kembalinya ia ke tempat tugas sebelumnya dengan semangat baru. Perjalanan karir ini menunjukkan komitmen Rahmat dalam mengabdi dan beradaptasi di berbagai bidang pelayanan masyarakat.
Bagi Rahmat, tugas sebagai abdi negara adalah amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Prinsip yang ia pegang teguh adalah menyapa masyarakat terlebih dahulu sebelum mereka bertanya, dengan kalimat sederhana: “Ada perlu apa dan apa yang dapat dibantu?” Sikap ini mencerminkan semangat pelayanan publik yang proaktif dan humanis, yang selalu ia terapkan di manapun ia bertugas. (ER)










