TUMBANG TITI – Terpilihnya Mahathir Muhammad sebagai Ketua Umum Forum Komunikasi Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (FKPKBM) Indonesia menjadi kabar yang disambut hangat oleh para pegiat pendidikan nonformal di berbagai daerah. Sosok Mahathir dinilai memiliki pengalaman panjang dalam mengelola dan memperjuangkan eksistensi PKBM, mulai dari tingkat daerah hingga provinsi. Kiprahnya sebagai pengelola PKBM dan Ketua FKPKBM Kalimantan Barat menjadi modal penting dalam memimpin organisasi yang mewadahi ribuan pengelola PKBM dari Sabang sampai Merauke.
Banyak pihak menaruh harapan besar agar kepemimpinan baru FKPKBM Indonesia mampu memperkuat posisi pendidikan nonformal dalam pembangunan sumber daya manusia nasional. Kehadiran Mahathir Muhammad di tingkat nasional diharapkan menjadi jembatan yang mampu menyuarakan berbagai aspirasi, tantangan, dan kebutuhan PKBM kepada pemerintah pusat maupun para pemangku kebijakan di Jakarta.
Sebagai salah satu pengelola PKBM Tunas Baru Tumbang Titi, Rahmat Kartolo, S.Pd.I., M.Sos menyampaikan ucapan selamat dan sukses atas amanah yang dipercayakan kepada Mahathir Muhammad. Menurutnya, terpilihnya putra Kalimantan Barat tersebut menjadi kebanggaan tersendiri sekaligus membawa secercah harapan bagi kemajuan pendidikan nonformal di Indonesia.
“Mahathir Muhammad bukan sosok baru dalam dunia pendidikan nonformal. Beliau sudah cukup lama melalang buana sebagai pengelola PKBM dan memimpin FKPKBM Kalimantan Barat. Kini beliau dipercaya memimpin FKPKBM Indonesia. Tentu ada harapan besar dari kami agar suara PKBM dari seluruh daerah dapat lebih didengar dan diperjuangkan di tingkat pusat,” ujar Rahmat Kartolo kepada media ini.
Rahmat menilai memimpin organisasi sebesar FKPKBM Indonesia bukan pekerjaan ringan. Luasnya wilayah Indonesia dengan beragam karakteristik daerah membutuhkan strategi kepemimpinan yang adaptif serta komunikasi yang efektif. Karena itu, ia berharap Mahathir Muhammad mampu memanfaatkan perkembangan teknologi informasi untuk memperkuat koordinasi organisasi di seluruh wilayah.
“Tidak harus selalu turun langsung ke lapangan untuk menjangkau semua daerah. Manfaatkan teknologi informasi dan bangun jaringan kepengurusan yang kuat di setiap regional. Libatkan orang-orang yang memiliki visi dan semangat pengabdian yang sama agar rentang kendali organisasi lebih mudah dijalankan,” katanya.
Lebih lanjut, Rahmat juga berpesan agar kepemimpinan FKPKBM Indonesia ke depan tetap mengedepankan semangat persatuan dan kolaborasi. Menurutnya, seluruh pihak yang memiliki niat baik untuk memajukan pendidikan nonformal perlu diberikan ruang berkontribusi tanpa memandang latar belakang maupun dinamika yang terjadi pada saat pemilihan.
“Saya berharap Ketua Umum yang baru dapat menuntaskan program-program baik yang belum selesai dari kepengurusan sebelumnya. Rangkul semua pihak tanpa melihat siapa yang dulu menjadi lawan dalam pemilihan. Bangun kepengurusan berdasarkan kemauan untuk berbuat dan mengabdi, bukan karena kedekatan personal. Dengan begitu FKPKBM Indonesia akan semakin kuat dan mampu membawa pendidikan nonformal ke arah yang lebih baik,” pungkasnya. (ER)










