Program kunjungan Sekcam Kecamatan Sungai Melayu Rayak bersama Forkopimcam terus berjalan ke 11 desa dalam rangka melihat langsung kondisi Karhutla dan ketersediaan air bersih. Kunjungan kali ini dimulai dari Desa Makmur Abadi yang merupakan desa terjauh, kemudian dilanjutkan ke Desa Piansak. Kehadiran Sekcam disambut hangat oleh Kepala Desa dan Sekdes di masing-masing lokasi, menandai komitmen bersama dalam menjaga lingkungan dan memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi.

Di Desa Makmur Abadi, Sekcam meninjau sarana prasarana Karhutla yang tersedia, yakni dua unit mesin robin bantuan dari PT. BGA dan Limpah Sejahtera. Desa ini memiliki embung serta Pamsimas, meski kapasitas tampungan air masih terbatas. Kondisi aliran sungai di desa terputus, kini dapat dilalui mobil. Biasanya hanya kendaraan bermotor menggunakan jembatan gantung.
Namun, tantangan besar di Desa Makmur Abadi adalah luasnya lahan terbakar yang diperkirakan mencapai lebih dari 1.000 hektar. Hampir seluruh kawasan hutan di sekitar desa terbakar, termasuk kebun masyarakat. Kondisi ini menjadi perhatian serius karena dampaknya sangat besar terhadap ekosistem, ekonomi warga, serta kesehatan masyarakat akibat kabut asap.
Sementara itu, di Desa Piansak, Sekcam meninjau embung untuk Pamsimas dan ketersediaan air bersih. Secara umum, air bersih di desa ini belum mencukupi untuk kebutuhan harian, hanya mampu memenuhi keperluan MCK dengan pembatasan tertentu. Meski demikian, aliran sungai di desa tidak mengalami kekeringan, sehingga masih menjadi sumber air bagi masyarakat.

Sekcam juga meninjau POM Mini di Desa Piansak yang mendapat suplai BBM langsung dari SPBU. Pengaturan distribusi berjalan baik sehingga kebutuhan BBM masyarakat aman dan mudah diperoleh. Hal ini menjadi salah satu faktor pendukung stabilitas kehidupan warga di tengah ancaman Karhutla.
Dari sisi sarana prasarana Karhutla, Desa Piansak hanya memiliki satu unit mesin robin yang sudah berusia tua dan membutuhkan pergantian serta penambahan selang. Kondisi lahan terbakar di desa ini relatif kecil dan tidak terlalu parah, namun Sekcam mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada karena potensi kebakaran tetap ada akibat banyaknya pepohonan, ilalang, dan tanaman kering.

Kunjungan ke dua desa ini menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah kecamatan, pemerintah desa, perusahaan, dan masyarakat dalam menghadapi ancaman Karhutla. Selain memastikan ketersediaan air bersih, perhatian terhadap sarana prasarana pemadaman serta kesiapsiagaan masyarakat menjadi kunci utama dalam menjaga lingkungan dan mencegah bencana kebakaran hutan dan lahan di Kecamatan Sungai Melayu Rayak. (ER)










