PT. BGA Bangun Embung di Desa Jairan Jaya dan Sungai Melayu untuk Dukungan Penanganan Karhutla

Ketapang – PT. BGA Region Sungai Melayu telah melaksanakan pembangunan embung di Desa Jairan Jaya dan Desa Sungai Melayu sebagai langkah nyata mendukung ketersediaan sumber air dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Kegiatan serah terima embung berlangsung penuh kebersamaan dengan dihadiri Plt. Camat Sungai Melayu Rayak, Staf Ekbangkessos Kecamatan, Kasi Pemberdayaan Masyarakat, Kepala Desa Jairan Jaya, Kepala Desa Sungai Melayu, serta masyarakat sekitar tanah kas desa. Kehadiran berbagai unsur pemerintahan dan warga menunjukkan dukungan kuat terhadap upaya pencegahan Karhutla.

Embung yang dibangun ini diharapkan menjadi sarana vital bagi tim pemadam kebakaran maupun masyarakat dalam memastikan ketersediaan air saat terjadi kebakaran. Dengan adanya embung, proses penyiraman dan pendinginan dapat dilakukan lebih cepat dan efektif sehingga memperkecil risiko meluasnya api. Hal ini sekaligus menjadi wujud nyata komitmen bersama dalam menjaga keselamatan lingkungan dan masyarakat.

Plt. Camat Sungai Melayu Rayak menyampaikan apresiasi atas kontribusi PT. BGA yang telah menunjukkan kepedulian terhadap penanggulangan Karhutla. Menurutnya, sinergi antara perusahaan, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan masyarakat merupakan kunci keberhasilan dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan yang kerap terjadi di wilayah Ketapang khususnya Kecamatan Sungai Melayu Rayak

Kepala Desa Jairan Jaya dan Kepala Desa Sungai Melayu juga menegaskan bahwa embung ini akan sangat bermanfaat bagi warga, tidak hanya untuk mendukung penanganan Karhutla tetapi juga sebagai sumber air tambahan bagi kebutuhan sehari-hari. Mereka berharap masyarakat dapat menjaga dan memanfaatkan embung dengan baik sehingga keberadaannya benar-benar memberikan manfaat jangka panjang.

Dengan adanya pembangunan embung ini, Desa Jairan Jaya dan Desa Sungai Melayu menjadi contoh nyata kolaborasi antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan. Langkah ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Kecamatan Sungai Melayu Rayak untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi Karhutla dan bersama-sama melindungi wilayah dari ancaman bencana. (ER)

 

Berita Terkait

Berita Terbaru