PKBM Tunas Baru Gelar Tatap Muka Bergilir di Tiga Kecamatan, PT BGA Salurkan Bantuan Pendidikan

KETAPANG – Di tengah kabut asap yang masih melanda wilayah Kabupaten Ketapang, kegiatan tatap muka warga belajar PKBM Tunas Baru Tumbang Titi tetap berlangsung aman dan lancar. Kegiatan pembelajaran dilaksanakan secara bergilir di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Tumbang Titi, Kecamatan Pemahan, dan Kecamatan Sungai Melayu Rayak.

Ketua Yayasan sekaligus Pengelola PKBM Tunas Baru, Rahmat Kartolo, mengatakan sistem pembelajaran bergilir diterapkan karena sebagian besar warga belajar tersebar di tiga kecamatan tersebut. Selain untuk mendekatkan layanan pendidikan kepada masyarakat, pola ini juga bertujuan memberikan kesempatan yang adil bagi seluruh warga belajar terkait jarak tempuh menuju lokasi pertemuan.

“Pertemuan dilaksanakan bergilir agar warga belajar dapat merasakan jarak tempuh yang seimbang. Dengan demikian, tidak ada peserta yang selalu menempuh perjalanan jauh untuk mengikuti kegiatan belajar,” ujar Rahmat saat kegiatan tatap muka berlangsung.

Pada pertemuan kali ini, warga belajar juga mendapat kunjungan dari Pak Wawan bersama Tim Corporate Social Responsibility (CSR) PT Bumitama Gunajaya Agro (BGA). Kehadiran tim CSR tersebut untuk melihat secara langsung pelaksanaan program pendidikan sekaligus menyampaikan informasi terkait dukungan pendidikan yang telah dijalankan melalui kemitraan antara PT BGA dan PKBM Tunas Baru.

Rahmat menjelaskan, kerja sama tersebut merupakan bentuk komitmen bersama dalam meningkatkan akses pendidikan masyarakat melalui jalur pendidikan nonformal. Pada tahun 2026, sebanyak tujuh warga belajar PKBM Tunas Baru mendapat bantuan pendidikan dari PT BGA yang diperuntukkan bagi masyarakat di wilayah konsesi maupun wilayah binaan perusahaan.

Menurut Rahmat, masih terdapat masyarakat yang belum dapat menuntaskan pendidikan karena berbagai faktor, seperti keterbatasan biaya, menikah di usia muda, maupun persoalan sosial lainnya. Oleh karena itu, PKBM Tunas Baru hadir untuk memberikan kesempatan kedua bagi masyarakat yang ingin melanjutkan dan menyelesaikan pendidikan.

“Kami berharap tidak ada lagi anak maupun warga yang gagal melanjutkan pendidikan karena alasan biaya atau kendala lainnya. PKBM Tunas Baru siap memfasilitasi masyarakat yang ingin menyelesaikan pendidikan,” katanya.

Meski demikian, pihaknya menegaskan bahwa PKBM Tunas Baru tetap mengedepankan kualitas proses belajar. Warga belajar diwajibkan mengikuti proses pendidikan sebagaimana mestinya dan tidak semata-mata mengejar ijazah tanpa mengikuti tahapan pembelajaran yang telah ditetapkan.

Rahmat menambahkan, peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan menjadi langkah penting dalam menghadapi tantangan pembangunan di masa mendatang. Ia berharap masyarakat di wilayah hulu Ketapang memiliki daya saing yang baik, termasuk dalam menghadapi rencana pemekaran wilayah menjadi Kabupaten Matan Hulu di masa yang akan datang. (ER)

Berita Terkait

Berita Terbaru